Ibadah chapel mahasiswa.
Kasih tanpa syarat.
1 Yohanes 4:9-19
Oleh: Stefanus Slamet Haryono

Kasih yang sejati dan yang sempurna hanyalah kasih Allah. Didalam 1 Yohanes 4:9-19 Rasul Yohanes memaparkan betapa luarbiasanya kasih Allah ini.

1. Dimulai dari Allah. (ay.10,19)
Baru-baru ini sepenggal kutipan dari salah satu film psikologis Amerika Serikat banyak bertebaran di akun-akun media sosial. “Orang jahat berawal dari orang baik yang disakiti”, begitulah kutipannya.
Banyak orang menjadi jahat karena mereka tidak menerima kebaikan. Mereka tidak tahu ternyata ada seorang Pribadi yang sangat mengasihi mereka, pribadi yang bahkan karena kasih-Nya rela mengorbankan nyawa Anak-Nya.
Ayat 10 dan 19 memberitahu kita bahwa ada seorang pribadi yaitu Allah yang “telah” mengasihi kita. Dia telah mengasihi kita terlebih dahulu.
Walaupun tidak ada seorangpun yang mengasihi kita, ingatlah bahwa Allah mengasihi kita. Jangan menjadi seorang kejam hanya karena dunia ini begitu buruk, ingatlah bahwa ada Pribadi yang begitu mengasihi kita.

2. Ditujukan kepada orang yang tidak pantas. (ay. 10)
Ayat 10 menuliskan; “Allah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” Secara jelas bahwa ternyata kasih Allah ini ditujukan kepada orang-orang berdosa yang sangat menjijikkan.
Manusia sebenarnya tidak layak dihadapan Allah, tetapi karena kasih karunia Allah maka manusia yang tidak layak itupun dilayakkan oleh-Nya.

3. Dibayar dengan mahal. (ay.9,10,14)
Kasih selalu membutuhkan pengorbanan, mulai dari hal-hal kecil sampai kepada hal-hal yang besar.
Semakin seseorang rela mengorbankan sesuatu yang penting dan berharga, maka itu mengindikasikan semakin besar pula kasih yang dimiliki-Nya. Allah dalam mengasihi kita juga mengorbankan sesuatu, bahkan sesuatu yang sangat mahal dan berharga yang bahkan tidak dapat kita ukur. Dia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk disalibkan sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita.
Sangat penting bagi kita untuk merenungkan hal ini dan melihat diri kita, sudah seberapa besar kita mengasihi Dia?

Tuhan Yesus memberkati.
#stas_surabaya #khotbahkristen #renungankristen

Error: View 7d8d85fxbh may not exist