Mengasihi sesama
Share our blog

Ibadah chapel mahasiswa.
Mengasihi sesama.
1 Yoh. 4:20
Oleh: Merry Wahyu Widyati

Kasih merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia. Secara mendalam, kasih tidaklah terbatas hanya pada perasaan saja, namun lebih daripada itu kasih adalah tindakan.
Alkitab dalam banyak bagian menuliskan tentang kasih (dalam narasi, perintah, perumpamaan, mazmur, dll) bahkan tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa inti dari Alkitab adalah kasih.
Rasul Yohanes didalam 1 Yohanes 4 menuliskan secara mendalam tentang kasih. Menariknya, secara berulang dia menyatakan, “Allah adalah kasih” (ayat 8 dan ayat 16) yang berimplikasi pada “sebagai orang yang mengenal Allah maka haruslah mengasihi.” Kasih berasal dari Allah. Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Ketika kita ditanya “apakah kamu mengasihi Allah?” saya sangat yakin kebanyakan dari kita akan berkata “ya, saya mengasihi Allah.” Namun apakah benar demikian?
Rasul Yohanes dalam pasal ini “seakan-akan” memberikan “standar” tentang mengasihi Allah. Dalam ayat 20 pada pasal ini Yohanes menulilskan bahwa jika seorang berkata ia mengasihi Allah, tetapi ia membenci saudaranya (sesama manusia) maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.
Maka dari itu, cara paling sederhana untuk kita menunjukkan kasih kepada Allah adalah dengan menunjukkannya kepada sesama kita.

Tuhan Yesus memberkati
#stas_surabaya #khotbahkristen #renungankristen